Sampai kapan kamu akan begini?
Membolak-balikan perasaanku seenakmu, mempermainkan hatiku dengan mudah.
Sekarang kita memang sedang terikat dalam suatu hubungan, namun aku
merasa sosokku slalu kau sembunyikan dari semua orang di sekitarmu.
Kenapa? Apa kamu malu mempunyai kekasih sepertiku? Kamu takut
sahabat-sahabatmu mengejekmu? Apa yang salah? Katakan! Apa semua temanmu
tidak menyukai adanya perbedaan? Atau bahkan kamu sengaja menyusun
rencana agar membuatku jatuh cinta dan kemudian merasakan sakit?
Jujur aku sangat kecewa dengan semua ini. Aku
sakit? Tentu. Aku menangis? Itu pasti. Namun kenapa kamu tidak pernah
merubah atau paling tidak menyadari bahwa sikapmu slalu membuatku merasa
tak berarti? Kamu slalu buat aku merasakan ‘apa itu sakit’, bukan ‘apa
itu bahagia’. Kenapa dulu kamu memberikanku harapan jika akhirnya
mempermainkan? Kenapa kamu bilang sayang bila akhirnya menyakiti?
Aku tidak pernah mengharapkan sesuatu yang
lebih darimu, aku hanya mengharapkan kamu memberi sayang dan cintamu
padaku tulus, seperti aku memberi sayang dan cintaku padamu. Aku tidak
akan meminta uangmu atau hartamu sedikitpun, Tidak! Aku mencintaimu,
sebagimana dirimu. Tapi, kenapa memberikan hal yang seharusnya mudah
saja kamu tak mampu, memberi cinta dan sayangmu pun kamu tak bisa! :”(
Apa karena hatimu masih terkunci oleh sosok mantanmu? Apa karena dia
lebih cantik dan lebih dewasa dariku? Lantas kenapa kamu menjalin
hubungan denganku, sedangkan disisi lain kamu diam-diam masih merindukan
dia, masih merindukan orang yang telah menyakitimu, masih memikirkan
dia yang telah membuatmu jatuh, masih saja setia memantaunya dari
jejaring sosial, jangan kira aku tak tahu semua yang kamu lakukan :’)
Sudah berulang kali aku berusaha
menyadarkanmu, bahwa dia hanya sosok yang telah menyia-nyiakanmu, dia
yang dengan tanpa dosa pergi jauh, disaat kamu membutuhkan tempat
berteduh ketika badai datang! Tapi kenapa kamu masih terus mengingat
dia? Kenapa kamu masih kekeh untuk memuja dia? Terlebih hobimu yang
slalu membandingkanku dengan nya! Aku sama sekali bukan dia! Mungkin dia
memang luarbiasa, dia tak secengeng aku, tak seperasa aku, tapi akupun
bisa luarbisa dengan jalan yang aku pilih sendiri.
Mungkin menurutmu aku tak sama dengannya,
memang! Tak akan pernah sama dengannya. Mungkin menurutmu aku terlalu
cerewet. Tapi, aku begini karena aku menyayangimu, aku tak ingin kamu
terjatuh lagi, aku ingin menjagamu. Menurutku, wajar saja aku cemburu
padamu, menanyakan semua aktivitasmu. Akupun tak ingin mengekangmu, aku
tidak melarangmu untuk bergaul dengan wanita manapun, hanya saja aku
ingin kamu menjaga semua kepercayaanku, cukup itu :’( tidak bisakah kamu
mengerti sedikit saja yang aku rasakan? Aku slalu berfikir jernih
bahkan saat kamu tak mengabariku, walaupun sebenarnya aku benci
kehilanganmu saat aku benar-benar membutuhkanmu. Ah, menurutku kamu
terlalu egois untuk memasukan dia, memasukkan masalalumu dalam
kehidupanmu sekarang, apalagi dalam kehidupan cinta kita. Apa yang kamu
lakukan sangat tak adil bagiku! Jelas-jelas ini akan semakin membebaniku
:’( Kalau begitu, kenapa kamu tidak kembali saja padanya? Kenapa kau
masih denganku disaat kau terus-menerus memuji dia?
Sudahlah! Kini aku terlalu lelah untuk
membuatmu mau berubah. Aku terlalu lama membuang waktuku hanya untuk
menunggumu melupakan mantanmu itu. Aku terlalu muak selalu dibandingkan
dengan seorang yang bahkan tak aku kenal itu. Mulai detik ini, biarlah
aku jatuh cinta pada seseorang selain kamu, yang akan slalu
megutamakanku dalam berbagai hal, yang takkan menyembunyikanku dari
orang-orang disekitarnya.
***
Tuhaaaan, inilah akhirnya… akhir yang sangat
tidak indah. Kemarin memang aku slalu berusaha sabar, namun sekarang
adalah puncak kesabaranku. Aku tak bisa menahan lagi semua sakit ini.
begitu banyak hal yang mendorongku untuk mundur, menghapus segala
perasaanku padanya. Hatiku sudah letih dengan semua ini :’( Aku lebih
memilih menyerah, aku ingin pergi darinya Tuhan :’( aku menyesal… aku
menyesal karena aku tak bisa membuatnya melupakan masalalunya. Namun
sudahlah, aku tau semua rencana-Mu indah walaupun itu adalah sebuah
perpisahan. Aku pergi karena aku ingin merasakan bahagia, bahagia karena
mencintai dan dicintai, bukan hanya mencintai tanpa diberi cinta
seperti ini. Mungkin, bahagiaku adalah melupakan dia… maka bantulah aku
untuk terus mencoba melalukan itu Tuhan J.
Terimakasih, Engkau telah tunjukan bagaimana dia sebenarnya. Dia memang
bukan lelaki terbaik untukku, mungkin semua sakit ini akan mendewasakan
hatiku Tuhan, sekali lagi terimakasih :’)
“Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Tapi,
percayalah semua kejadian ini adalah anugrah terbaik yang telah Tuhan
berikan pada kita :’)“
WithLove,