Minggu, 29 Desember 2013
HINGGA AKHIR WAKTU
ku coba untuk melawan hati
tapi hampa terasa di sini tanpamu
bagiku semua sangat berarti lagi
ku ingin kau di sini
tepiskan sepiku bersamamu
*
takkan pernah ada yang lain di sisi
segenap jiwa hanya untukmu
dan takkan mungkin ada yang lain di sisi
ku ingin kau di sini tepiskan sepiku bersamamu
bagiku semua sangat berarti
ku ingin kau di sini
bagiku semua sangat berarti lagi
ku ingin kau di sini
**
takkan pernah ada yang lain di sisi
segenap jiwa hanya untukmu
dan takkan mungkin ada yang lain di sisi
ku ingin kau di sini tepiskan sepiku bersamamu
hingga akhir waktu, hingga akhir waktu
Kamis, 26 Desember 2013
TENTANG KASIH
Cinta bisa jadi sabar dan baik, tapi juga bisa bergelora, pahit dan merusak.
Yang dapat memberikan kasih sayang tapi juga bisa menghancurkan kita berkeping-keping.
Seperti Medusa, tokoh antihero dari Yunani yang memangsa anak-anaknya sendiri dan buat saya ia adalah icon yang seharusnya bisa jadi pembelajaran buat semua perempuan bahkan juga laki-laki.
Medusa adalah seorang pendeta wanita yang cantik dan tidak berdosa di Kuil Athene. Seorang dewi yang punya semua sifat positif dari seorang ibu muda. Tapi kemudian ia dirayu, diperkosa oleh dewa laut Poseidon.
Athene, yang marah dan cemburu, mengubah Medusa menjadi Gorgon yang mengerikan, seorang wanita yang penuh kebencian, rambutnya menjadi sekawanan ular yang meliuk dan pandangan matanya dapat mengubah kaum pria menjadi batu. Medusa hidup selama berabad-abad sebagai lambang paling kuat dari wanita yang dilukai dan dari kemarahan yang sengaja dilepaskan.
Dalam mitos Yunani yang asli, ketika Medusa dipenggal oleh pahlawan Perseus ( kuda bersayap Pegasus terlahir dari badannya yang telah mati ) dan darah yang menetes dari lehernya yang terpenggal ternyata mempunyai kekuatan penyembuh. Medusa sendiri, sering dianggap memiliki dua sisi -buruk dan berbahaya, juga sumber kesuburan dan inspirasi-.
Dia adalah sisi gelap dari wanita sebagai ibu dan objek seksual, tapi dia juga punya potensi kekuatan pengubah yang luar biasa besarnya. Dari situ seharusnya kita bisa belajar antara kebaikan dan kejahatan, perlawanan dan godaan, kewarasan dan kegilaan, ekstase dan kehampaan, cahaya dan bayang-bayang, cinta dan kehilangan…
Ada deskripsi tentang cinta yang sampai sekarang masih menjadi top of mind di kepala saya.
Definisi termasyur dari St. Paulus dalam kitab Perjanjian Baru. ‘Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, dan bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada manfaatnya bagiku.
Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu.
Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.
Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Ia tidak bersuka cita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
Kasih menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
Kasih tidak berkesudahan’.
I Korintus 13: 4-8
Damn… i do fall in love rite now. Terhadap apapun itu.
Seperti Medusa, tokoh antihero dari Yunani yang memangsa anak-anaknya sendiri dan buat saya ia adalah icon yang seharusnya bisa jadi pembelajaran buat semua perempuan bahkan juga laki-laki.
Medusa adalah seorang pendeta wanita yang cantik dan tidak berdosa di Kuil Athene. Seorang dewi yang punya semua sifat positif dari seorang ibu muda. Tapi kemudian ia dirayu, diperkosa oleh dewa laut Poseidon.
Athene, yang marah dan cemburu, mengubah Medusa menjadi Gorgon yang mengerikan, seorang wanita yang penuh kebencian, rambutnya menjadi sekawanan ular yang meliuk dan pandangan matanya dapat mengubah kaum pria menjadi batu. Medusa hidup selama berabad-abad sebagai lambang paling kuat dari wanita yang dilukai dan dari kemarahan yang sengaja dilepaskan.
Dalam mitos Yunani yang asli, ketika Medusa dipenggal oleh pahlawan Perseus ( kuda bersayap Pegasus terlahir dari badannya yang telah mati ) dan darah yang menetes dari lehernya yang terpenggal ternyata mempunyai kekuatan penyembuh. Medusa sendiri, sering dianggap memiliki dua sisi -buruk dan berbahaya, juga sumber kesuburan dan inspirasi-.
Dia adalah sisi gelap dari wanita sebagai ibu dan objek seksual, tapi dia juga punya potensi kekuatan pengubah yang luar biasa besarnya. Dari situ seharusnya kita bisa belajar antara kebaikan dan kejahatan, perlawanan dan godaan, kewarasan dan kegilaan, ekstase dan kehampaan, cahaya dan bayang-bayang, cinta dan kehilangan…
Ada deskripsi tentang cinta yang sampai sekarang masih menjadi top of mind di kepala saya.
Definisi termasyur dari St. Paulus dalam kitab Perjanjian Baru. ‘Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, dan bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada manfaatnya bagiku.
Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu.
Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.
Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Ia tidak bersuka cita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
Kasih menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
Kasih tidak berkesudahan’.
I Korintus 13: 4-8
Damn… i do fall in love rite now. Terhadap apapun itu.
Arti Kehilangan
Ada saat di mana kita takut kehilangan. Takut untuk melepaskan dia yang kita cintai.
Tetapi ada pula saat di mana kita harus berhenti mencintai dia.
Bukan karena kita tidak mencintainya lagi namun karena kita menyadari bahwa dia akan lebih berbahagia apabila kita merelakannya pergi. Kita tidak mau kehilangan seseorang ketika kebahagiaan kita tergantung dari keberadaannya di dekat kita.
Kita tidak mau kehilangan seseorang ketika kita takut tidak menemukan yang seperti dia lagi. Kita tidak mau kehilangan seseorang ketika kita menilai dia ganteng, cantik, atau memiliki kelebihan dibanding orang lain.
Kita tidak mau kehilangan seseorang ketika kita mengingat begitu banyak kenangan yang indah sudah kita lewati bersama dia. Kita tidak mau kehilangan seseorang ketika di dalam hati kita berkata,
“Aku ga bisa! Aku sangat mencintai dia! Kalian ga tau apa yang aku rasain! ”
Tapi tak sadarkah kita. Bahwa merelakan dia pergi bukanlah akhir dari dunia melainkan awal sebuah kisah yang baru. Kita harus melepaskan dia pergi karena kebahagian kita adalah kita yang menentukan sendiri dan bukan tergantung orang lain.
Kita harus melepaskan dia pergi karena saat Tuhan mengambil sesuatu maka Dia juga telah siap menyediakan sesuatu yang lain yang terbaik bagi kita. Kita harus melepaskan dia pergi karena yang sempurna belum tentu yang terbaik bagi kita.
Kita harus melepaskan dia pergi ketika kenangan-kenangan indah itu hanya tinggal masa lalu. Kita harus melepaskan dia pergi karena hati kita yang lain berkata,
” Aku ini manusia bodoh, tak ada lagi yang dapat dipertahankan“.
Kehilangan sesuatu memang berat namun bukan berarti kita tidak mencapai apa-apa.
Kita telah memahami sesuatu. Ada saat mempertahankan. Ada saat melepaskan. Dan ada saat di mana kita harus kehilangan.
Bukan karena kita tidak mencintainya lagi namun karena kita menyadari bahwa dia akan lebih berbahagia apabila kita merelakannya pergi. Kita tidak mau kehilangan seseorang ketika kebahagiaan kita tergantung dari keberadaannya di dekat kita.
Kita tidak mau kehilangan seseorang ketika kita takut tidak menemukan yang seperti dia lagi. Kita tidak mau kehilangan seseorang ketika kita menilai dia ganteng, cantik, atau memiliki kelebihan dibanding orang lain.
Kita tidak mau kehilangan seseorang ketika kita mengingat begitu banyak kenangan yang indah sudah kita lewati bersama dia. Kita tidak mau kehilangan seseorang ketika di dalam hati kita berkata,
“Aku ga bisa! Aku sangat mencintai dia! Kalian ga tau apa yang aku rasain! ”
Tapi tak sadarkah kita. Bahwa merelakan dia pergi bukanlah akhir dari dunia melainkan awal sebuah kisah yang baru. Kita harus melepaskan dia pergi karena kebahagian kita adalah kita yang menentukan sendiri dan bukan tergantung orang lain.
Kita harus melepaskan dia pergi karena saat Tuhan mengambil sesuatu maka Dia juga telah siap menyediakan sesuatu yang lain yang terbaik bagi kita. Kita harus melepaskan dia pergi karena yang sempurna belum tentu yang terbaik bagi kita.
Kita harus melepaskan dia pergi ketika kenangan-kenangan indah itu hanya tinggal masa lalu. Kita harus melepaskan dia pergi karena hati kita yang lain berkata,
” Aku ini manusia bodoh, tak ada lagi yang dapat dipertahankan“.
Kehilangan sesuatu memang berat namun bukan berarti kita tidak mencapai apa-apa.
Kita telah memahami sesuatu. Ada saat mempertahankan. Ada saat melepaskan. Dan ada saat di mana kita harus kehilangan.
Selasa, 17 Desember 2013
KAMU :*
Kamu selalu menemani ceritaku. Bahkan ketika kamu sedang mengantuk pun,
kamu akan membuat lelucon bodoh agar aku tertawa. Karena tawaanku yang
aneh, kamu tidak jadi mengantuk katamu.
Aku tak peduli mungkin saja itu hanya sindiran halus untukku. Padahal, apa yang kuceritakan seringkali tidaklah begitu penting. Sepanjang perbincangan telepon aku selalu menganti-ganti topik tak perlu. Aku hanya tidak bisa tidur dan ingin ada orang yang menemaniku. Padahal kamu, seseorang yang sebenarnya tidak suka begadang, selalu bersedia menjadi orang itu, yang mau begadang menemaniku.
Aku tidak tahu kamu memiliki kekuatan sebesar apa. Karena apa pun masalahku, ketika melihatmu datang, aku selalu merasa lega, lalu berhambur pada satu arah, menujumu.
Aku suka cara kamu membantah persepsi-persepsiku walaupun itu menyebalkan. Aku benci kalau kamu menertawakan aku jika aku melakukan hal yang konyol.
Aku tak peduli mungkin saja itu hanya sindiran halus untukku. Padahal, apa yang kuceritakan seringkali tidaklah begitu penting. Sepanjang perbincangan telepon aku selalu menganti-ganti topik tak perlu. Aku hanya tidak bisa tidur dan ingin ada orang yang menemaniku. Padahal kamu, seseorang yang sebenarnya tidak suka begadang, selalu bersedia menjadi orang itu, yang mau begadang menemaniku.
Aku tidak tahu kamu memiliki kekuatan sebesar apa. Karena apa pun masalahku, ketika melihatmu datang, aku selalu merasa lega, lalu berhambur pada satu arah, menujumu.
Aku suka cara kamu membantah persepsi-persepsiku walaupun itu menyebalkan. Aku benci kalau kamu menertawakan aku jika aku melakukan hal yang konyol.
TENTANG MENUNGGU
menunggu adalah bagian tersulit....
apa kau sekarang menungguku juga?
atau sedang mengejar hal lain?
I will wait
SURAT UNTUK JARAK
Selamat SIANG, jarak...
sudah berapa banyak belahan jiwa yang sudah kau pisahkan dengan ratusan
kilometer-kilometer yang kau punya? kau sangat jahat ya, jarak. aku
heran. mengapa kau sangat gemar memisahkan banyak orang? apa dengan
memisahkan, kau menjadi sangat bahagia? sepertinya kau tidak pernah
melihat orang-orang yang menangis karena perbuatanmu ya, jarak. aku juga
salah satu korban yang kau pisahkan. kau membentangkan ratusan
kilometer diantara aku dengannya yang jauh disana. aku kesal karenamu.
karenamu aku tidak bisa mendengar suaranya, aku tidak bisa melihat sinar
matanya, aku tak bisa melihat semangatnya, dan aku juga tidak bisa
melihat senyumnya yang selalu ia lukis tiap hari. tapi jarak, aku yakin.
walau aku dan dia ada di bawah langit yang berbeda setidaknya kami
masih bisa menatap bulan yang sama. bukan begitu, jarak? jarak, apa kau
tidak bosan memisahkan dua manusia yang saling mencintai? kau benci
mereka yang menghujatmu ya, jarak? mereka hanya sama sepertiku; kesal
padamu. seandaikan kau tidak bentangkan kilometer-kilometer yang kau
punya di antara mereka, mungkin mereka tidak akan menghujatmu dan
membencimu. aku tahu niatmu memisahkan dua manusia itu baik. yakni "ada suatu yang manis dibalik pahitnya perpisahan"
hanya mereka; termasuk aku, belum terbiasa dengan kekejamanmu. kau tahu
dia sedang apa dan bersama siapa sekarang? kau tahu apakah dia baik
baik saja sekarang? kami memang sering berbicara, tetapi lewat layar
ponsel dan sinyal yang dengan ikhlas menghubungkan aku dengan dia. tapi
percakapan kami sama sekali tidak nyata, jarak. aku iri, melihat banyak
orang yang dengan nyatanya berbicara dengan belahan jiwanya. aku sangat
iri, jarak. jarak, kau mau dengarkan aku? bilang ke Tuhan, cepat
pertemukan aku dengannya, ya. aku ingin berbicara tentang hal yang kami
sukai di teras rumahnya. aku ingin kami bisa bersama menatap bulan di
bawah langit yang sama. aku ingin kami bisa tertawa bersama dan bisa
merasakan lembutnya angin sore di stasiun kota. kau tahu, jarak? aku
tidak akan pernah membencimu, jika kau tidak memunculkan kekejamanmu
padaku. titip salam dan rindu untuknya ya, jarak. bilang padanya "aku merindukanmu diantara bentangan rartusan kilometer" :-)
Jika Tuhan menjadikanmu berbeda keyakinan denganku
Jika Tuhan menjadikanmu berbeda keyakinan denganku, apakah Tuhan juga akan menjadikanmu bukan milikku?
Jika agama mengajarkan kebaikan, lalu mengapa agama mengharuskan perpisahan? Sedangkan pada dirimu kulihat kebaikan?
Jika harus bersama dia yang sama keyakinan tanpa cinta dan kasih sayang, apa itu bentuk kebaikan ajaran agama? Tuhan kami sama-sama satu, kami hanya berbeda perantara. Bukankah Tuhan penuh cinta dan kasih sayang?
Kenapa kami dipisahkan karena perbedaan agama?
Tuhan menyuruh kita menikah karena agama dan takwa. Jika agamanya dan agamaku memiliki Tuhan yang sama, kenapa kami tetap tak boleh bersama?
Jika agama kami berbeda nama, namun Tuhan kami tetap sama kenapa manusia masih membedakan nama? Bukankah cinta kami kehendak Tuhan juga?
Kami dipisahkan aturan manusia atas nama aturanmu, Tuhan. Kami tak tahu harus mengaduh kemana selain kepadamu. Namun, mereka masih saja tetap tak peduli pada hati.
Jika agama mengajarkan kebaikan, lalu mengapa agama mengharuskan perpisahan? Sedangkan pada dirimu kulihat kebaikan?
Jika harus bersama dia yang sama keyakinan tanpa cinta dan kasih sayang, apa itu bentuk kebaikan ajaran agama? Tuhan kami sama-sama satu, kami hanya berbeda perantara. Bukankah Tuhan penuh cinta dan kasih sayang?
Kenapa kami dipisahkan karena perbedaan agama?
Tuhan menyuruh kita menikah karena agama dan takwa. Jika agamanya dan agamaku memiliki Tuhan yang sama, kenapa kami tetap tak boleh bersama?
Jika agama kami berbeda nama, namun Tuhan kami tetap sama kenapa manusia masih membedakan nama? Bukankah cinta kami kehendak Tuhan juga?
Kami dipisahkan aturan manusia atas nama aturanmu, Tuhan. Kami tak tahu harus mengaduh kemana selain kepadamu. Namun, mereka masih saja tetap tak peduli pada hati.
..Kenanglah Ibu yang menyayangimu...
Untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kita pergi...
Ingatkah engkau, ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu, tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu...
Ingatkah engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu..? Dan ingatkah engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit..?
Jangan biarkan engkau kehilangan saat yang akan kau rindukan di masa datang ketika ibu telah tiada... Tak ada lagi yang berdiri di depan pintu menyambut kita... Tak ada lagi senyuman indah tanda bahagia... Yang ada hanyalah kamar yang kosong tiada penghuninya. Yang ada hanyalah baju yang digantung di lemari kamarnya. Tak ada lagi yang menyiapkan sarapan pagi untukmu makan... Tak ada lagi yang rela merawatmu sampai larut malam ketika engkau sakit... Tak ada lagi dan tak ada lagi yang meneteskan air mata mendo'akanmu di setiap hembusan nafasnya...
Ketika Aku Mulai Menua [Pada Diri Orang Tua Kita dan Kita, pada Anak-anak nantinya..] :)
Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula. Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap aku. Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu, ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarimu..
Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku. Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur..
Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku. Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?..
Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi dan hal-hal baru, jangan mengejekku. Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap "mengapa" darimu
Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk memapahku. Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil..
Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk mengingat. Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas..
Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka. Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai belajar menjalani kehidupan. Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku. Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.. ^_^."
Semua Tentang Cerita, Kita Semua
"Kamu pernah patah hati kan, tapi juga pernah mematahkan hati orang lain bukan?? BERHENTILAH MERENGEK-RENGEK seolah-olah kisah cintamu saja yang paling pahit!.." Ini sebuah simfoni. Tentang sebuah hati yang “terbagi”. Semoga kamu jangan mengalami, karena rasanya………………… tidak meng-enak-an! Perasaan itu, bagaikan sebuah kebun. Saat dijaga dan dirawat bersama, semuanya terasa indah, menaman bersama, melihat bunga bersama, memetik buah bersama, saling berbagi saat salah satu merasa lelah dan bosan. Dan disaat salah satu dari mereka pergi, hanya tersisa seseorang yang menjaga kebun tersebut. Semua mulai terasa hampa, mulai cepat lelah, dan selalu teringat kenangan yang tercipta pada kebun tersebut. Lalu, dia menyerah dan membiarkan kebun tersebut terbengkalai, tanaman yang indah mulai mati satu per satu, bunga yang indah mulai layu satu per satu, dan mulai ditumbuhi oleh tanaman-tanaman liar. Hingga pada akhirnya, kebun yang dulu indah, sekarang hanya sebidang tanah yang penuh tanaman liar, tak lagi terlihat indah seperti saat bersama dirinya. Itulah perasaan, hanya akan indah, saat kita berdua menjaganya. Aku yang menjaga perasaanmu, kamu yang menjaga perasaanku, hingga akhir nanti. Ini berlaku kepada semua orang yang telah mengalami kelelahan mencari dan menunggu tetapi telah cukup kuat untuk melepaskan yang memang bukan untuknya Untuk orang-orang yang telah tersakiti hatinya begitu sakitnya sehingga mereka merasa tidak pernah bisa mencintai lagi, tapi terus berusaha menjaga kepala mereka untuk tetap tegak melihat kedepan. Untuk orang-orang yang merasa seperti menyusun dan menempatkan kembali potongan-potongan kecil dari sebuah ingatan/moment kembali ke tempat mereka berasal dan semuanya akan utuh, dan kembali siap menerima cerita-cerita yang menggugah hati sebagai gantinya. Untuk orang-orang yang belajar dari kesalahan mereka dan tidak pernah berhenti bergerak maju, bahkan ketika mereka mengambil satu atau dua langkah mundur untuk bisa melakukan langkah-langkah maju yang kelak bisa merubah hidup mereka. Untuk orang-orang yang tidak menginginkan kesepian bagian dari hidup mereka, tetapi tetap mau belajar dan tidak menyerah ketika rasa sedih dan kesepian itu datang menghampirinya. Untuk orang-orang yang tetap merasa baik-baik saja walaupun mereka sangat membutuhkan seseorang pendamping hidup saat mereka membutuhkan pelukan hangat saat tidur, bahkan mereka sadar masih ada ruang kosong disana. Untuk orang-orang yang belajar dari kesalahan mereka dan tidak pernah berhenti bergerak maju, bahkan ketika mereka mengambil satu atau dua langkah mundur untuk bisa melakukan langkah-langkah maju yang kelak bisa merubah hidup mereka. Untuk orang-orang yang tidak menginginkan kesepian bagian dari hidup mereka, tetapi tetap mau belajar dan tidak menyerah ketika rasa sedih dan kesepian itu datang menghampirinya. Untuk orang-orang yang tetap merasa baik-baik saja walaupun mereka sangat membutuhkan seseorang pendamping hidup saat mereka membutuhkan pelukan hangat saat tidur, bahkan mereka sadar masih ada ruang kosong disana. Untuk orang-orang yang selalu bangun di pagi hari yang selalu merindukan sapaan hangat dikening mereka sambil mengucap, "bangun sayang, sudah pagi, waktunya menjalani hari dengan rasa syukur.." Untuk orang-orang yang terkadang merindukan tentang masa lalunya, tetapi mereka tetap bersemangat untuk masa depannya. Untuk orang-orang yang telah terluka hatinya tapi masih mau memaafkan. Untuk orang-orang yang telah begitu banyak merasakan betapa sakitnya hubungan di masa lalu mereka, tapi mereka tetap semangat mencari dan memulai sebuah hubungan dari awal yang lebih baik. Untuk orang-orang yang ingin melihat dan merasakan kembali masa lalunya yang begitu buruk, menyakitkan, tetapi tetap fokus pada hari-hari yang indah didepan. Untuk orang-orang yang merindukan sebuah panggilan telepon dari seseorang yang ia sayangi sekedar ingin mendengarkan suaranya bahwa ia baik-baik saja diseberang sana. Untuk orang-orang yang tidak pernah ingin melepaskan apa yang ia cintai, tapi berbesar hati memang harus melepaskannya. Untuk orang-orang yang masih percaya pada cinta bahkan setelah semua yang ia cintai justru menyakiti hati mereka. Untuk orang-orang yang menyerah bukan karena mereka lemah, tetapi karena sering kali jauh lebih baik hanya untuk melepaskan yang memang bukan untuk mereka. Dari setiap perjalanan cerita hidup, Kita akan memiliki 'Happy Ending' kita sendiri kelak bersama seseorang yang dengan rela, ikhlas, dan penuh kasih sayang menghabiskan sisa hidupnya untuk tetap bisa menggenggam jari-jemari kita.. Kamu harus tau satu hal ; Segala hal yang terjadi dalam hidup ini adalah sebuah mesteri illahi. Segala sesuatu dalam hidup ini bersifat sementara. Klo kamu mengalami hari-hari indah dan membuatmu bisa tertawa, nikmatilah saja itu, karena hari-hari dengan tertawa itu enggak bakalan berlangsung selamanya. Dan jika klo kamu mengalami hari-hari yang buruk, jangan bersedih dan menyerah, karena hari-hari buruk pun enggak bakalan berlangsung selamanya. Bersyukur. Ya, belajar bersyukur dengan apa yang udah kita miliki. Walaupun mungkin itu terlihat sederhana dan biasa saja. Karena kita akan merasakan hal yang luar biasa saat kita bisa mensyukuri hal-hal sederhana yang kita mampu mensyukurinya. Bersyukur. Ya, belajar bersyukur dengan cobaan-cobaan, rasa kecewa, sakit hati, patah hati, atau apapun itu yang kadang bisa membuat kita kehilangan semangat hidup, kehilangan siapa diri kita sendiri, kehilangan pancaran kebahagiaan kita sendiri, jangan bersedih! Bersyukur. Ya, selalu bersyukur tentang diri kita sendiri. Selalu bersyukur bahwa kita bukan orang yang paling “melarat” dalam hidup ini. Lihat lah oleh kita, diluar sana masih banyak yang mungkin nasibnya lebih, lebih sedih dibanding diri kita. Selalu bersyukur kita masih memiliki orang-orang terdekat di hidup kita karena mereka masih ada dan tetap senang hati memberi kita semangat hidup. “Ya,kamu benar… Bahkan orang yang bisa membuat banyak orang lain tersenyum, tertawa dan termotivasi akan kata-kata dan ceritanya, bisa menangis cuma karena seseorang yang berarti buatnya..” :’)
Saat aku menulis sebuah kisah, aku lupa bahwa aku tidak memiliki penghapus.. #1
Suatu hari kamu mungkin sedang berada dalam situasi dimana kamu sedang bertengkar hebat. Entah itu oleh temanmu, sahabatmu, mungkin dengan seseorang yang kamu cintai. Aku bertanya padamu, "Mengapa ketika kamu dan dia sedang dalam keadaan marah/emosional, kalian akan berbicara dengan nada suara tinggi atau bahkan berteriak? Belum lagi ditambah dengan kata-kata kasar?"
Berfikir, berfikirlah cukup lama untuk menjawab.. Apa karena ketika itu kamu dan dia "telah kehilangan kesabaran", lalu saling memaki?
iya?..
Tapi... bolehkah aku bertanya, "lawan bicaramu berada di dekatmu, mengapa harus bernada tinggi, berteriak dan bahkan saling memaki? Apakah kalian enggak bisa berbicara secara halus?"
Kamu mungkin akan memberikan sejumlah alasan yang mungkin menurutmu betul.
Iya, menurut pertimbangan kamu. Tapi tak satupun jawaban yang memuaskan untukku.
Baiklah.. boleh kah aku sedikit memberi saran padamu?..
"Ketika dua orang sedang berada dalam situasi emosional/kemarahan, jarak antara ke dua hati kamu dan dia menjadi amat jauh, walau secara fisik kamu dan dia begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, kamu dan dia harus saling berteriak, menggunakan intonasi suara tinggi. Namun anehnya, semakin kuat kamu dan dia berteriak, semakin pula kamu menjadi marah. Dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu kamu dan dia terpaksa harus berteriak lebih kuat lagi."
Iya kan?..
"Sebaliknya, apa yang terjadi ketika kamu dan dia saling jatuh cinta? Aku yakin, kamu dan si dia enggak akan berteriak. Karena ketika kamu berbicara, suara yang keluar dari mulut kamu begitu halus dan kecil. Sehalus apapun, keduanya dapat mendengarkannya dengan begitu jelas.
"Mengapa demikian?.. Kamu mau tau?"
"Karena hati kamu dengannya begitu dekat, hati mu dengannya menjadi tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan.
Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat kamu memahami apa yang ingin kamu sampaikan.."
"Iya kan?.. hayoo ngaku deh!" :)
#QuoteOfDay : -------------------- You can't expect to have a deep relationship with a shallow person. If you want to be taken seriously, be consistent. You don't get what you wish for, You get what you work for. Intellect and romance over brute force and cynicism. -------------------- Satu hal yang membuat kita sabar untuk menunggu: PERCAYA. Percaya bahwa yang namanya menunggu itu juga punya akhir. --------------------
Berfikir, berfikirlah cukup lama untuk menjawab.. Apa karena ketika itu kamu dan dia "telah kehilangan kesabaran", lalu saling memaki?
iya?..
Tapi... bolehkah aku bertanya, "lawan bicaramu berada di dekatmu, mengapa harus bernada tinggi, berteriak dan bahkan saling memaki? Apakah kalian enggak bisa berbicara secara halus?"
Kamu mungkin akan memberikan sejumlah alasan yang mungkin menurutmu betul.
Iya, menurut pertimbangan kamu. Tapi tak satupun jawaban yang memuaskan untukku.
Baiklah.. boleh kah aku sedikit memberi saran padamu?..
"Ketika dua orang sedang berada dalam situasi emosional/kemarahan, jarak antara ke dua hati kamu dan dia menjadi amat jauh, walau secara fisik kamu dan dia begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, kamu dan dia harus saling berteriak, menggunakan intonasi suara tinggi. Namun anehnya, semakin kuat kamu dan dia berteriak, semakin pula kamu menjadi marah. Dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu kamu dan dia terpaksa harus berteriak lebih kuat lagi."
Iya kan?..
"Sebaliknya, apa yang terjadi ketika kamu dan dia saling jatuh cinta? Aku yakin, kamu dan si dia enggak akan berteriak. Karena ketika kamu berbicara, suara yang keluar dari mulut kamu begitu halus dan kecil. Sehalus apapun, keduanya dapat mendengarkannya dengan begitu jelas.
"Mengapa demikian?.. Kamu mau tau?"
"Karena hati kamu dengannya begitu dekat, hati mu dengannya menjadi tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan.
Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat kamu memahami apa yang ingin kamu sampaikan.."
"Iya kan?.. hayoo ngaku deh!" :)
Last but not least, "Ketika kamu sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak. Terlebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata-kata yang mendatangkan jarak di antara kamu. Mungkin di saat seperti itu, mengalah buat enggak mengucapkan kata-kata kasar alias diam mungkin merupakan cara yang BIJAKSANA. Karena pada akhirnya, waktu akan membantu mu menemukan jawabannya.." Sederhana kan ya?.. Tapi terkadang sulit buat dijalaninnya ya?..
-------------------- #QuoteOfDay : -------------------- You can't expect to have a deep relationship with a shallow person. If you want to be taken seriously, be consistent. You don't get what you wish for, You get what you work for. Intellect and romance over brute force and cynicism. -------------------- Satu hal yang membuat kita sabar untuk menunggu: PERCAYA. Percaya bahwa yang namanya menunggu itu juga punya akhir. --------------------
Langganan:
Postingan (Atom)













