Kamu selalu menemani ceritaku. Bahkan ketika kamu sedang mengantuk pun,
kamu akan membuat lelucon bodoh agar aku tertawa. Karena tawaanku yang
aneh, kamu tidak jadi mengantuk katamu.
Aku tak peduli mungkin saja itu
hanya sindiran halus untukku. Padahal, apa yang kuceritakan seringkali
tidaklah begitu penting. Sepanjang perbincangan telepon aku selalu
menganti-ganti topik tak perlu. Aku hanya tidak bisa tidur dan ingin ada
orang yang menemaniku. Padahal kamu, seseorang yang sebenarnya tidak
suka begadang, selalu bersedia menjadi orang itu, yang mau begadang
menemaniku.
Aku tidak tahu kamu memiliki kekuatan sebesar apa. Karena apa pun
masalahku, ketika melihatmu datang, aku selalu merasa lega, lalu
berhambur pada satu arah, menujumu.
Aku suka cara kamu membantah persepsi-persepsiku walaupun itu menyebalkan. Aku
benci kalau kamu menertawakan aku jika aku melakukan hal yang konyol.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar