Laman

Selasa, 17 Desember 2013

SURAT UNTUK JARAK

Selamat SIANG, jarak...
sudah berapa banyak belahan jiwa yang sudah kau pisahkan dengan ratusan kilometer-kilometer yang kau punya? kau sangat jahat ya, jarak. aku heran. mengapa kau sangat gemar memisahkan banyak orang? apa dengan memisahkan, kau menjadi sangat bahagia? sepertinya kau tidak pernah melihat orang-orang yang menangis karena perbuatanmu ya, jarak. aku juga salah satu korban yang kau pisahkan. kau membentangkan ratusan kilometer diantara aku dengannya yang jauh disana. aku kesal karenamu. karenamu aku tidak bisa mendengar suaranya, aku tidak bisa melihat sinar matanya, aku tak bisa melihat semangatnya, dan aku juga tidak bisa melihat senyumnya yang selalu ia lukis tiap hari. tapi jarak, aku yakin. walau aku dan dia ada di bawah langit yang berbeda setidaknya kami masih bisa menatap bulan yang sama. bukan begitu, jarak? jarak, apa kau tidak bosan memisahkan dua manusia yang saling mencintai? kau benci mereka yang menghujatmu ya, jarak? mereka hanya sama sepertiku; kesal padamu. seandaikan kau tidak bentangkan kilometer-kilometer yang kau punya di antara mereka, mungkin mereka tidak akan menghujatmu dan membencimu. aku tahu niatmu memisahkan dua manusia itu baik. yakni "ada suatu yang manis dibalik pahitnya perpisahan" hanya mereka; termasuk aku, belum terbiasa dengan kekejamanmu. kau tahu dia sedang apa dan bersama siapa sekarang? kau tahu apakah dia baik baik saja sekarang? kami memang sering berbicara, tetapi lewat layar ponsel dan sinyal yang dengan ikhlas menghubungkan aku dengan dia. tapi percakapan kami sama sekali tidak nyata, jarak. aku iri, melihat banyak orang yang dengan nyatanya berbicara dengan belahan jiwanya. aku sangat iri, jarak. jarak, kau mau dengarkan aku? bilang ke Tuhan, cepat pertemukan aku dengannya, ya. aku ingin berbicara tentang hal yang kami sukai di teras rumahnya. aku ingin kami bisa bersama menatap bulan di bawah langit yang sama. aku ingin kami bisa tertawa bersama dan bisa merasakan lembutnya angin sore di stasiun kota. kau tahu, jarak? aku tidak akan pernah membencimu, jika kau tidak memunculkan kekejamanmu padaku. titip salam dan rindu untuknya ya, jarak. bilang padanya "aku merindukanmu diantara bentangan rartusan kilometer" :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar