Selamat SIANG, jarak...
sudah berapa banyak belahan jiwa yang sudah kau pisahkan dengan ratusan
kilometer-kilometer yang kau punya? kau sangat jahat ya, jarak. aku
heran. mengapa kau sangat gemar memisahkan banyak orang? apa dengan
memisahkan, kau menjadi sangat bahagia? sepertinya kau tidak pernah
melihat orang-orang yang menangis karena perbuatanmu ya, jarak. aku juga
salah satu korban yang kau pisahkan. kau membentangkan ratusan
kilometer diantara aku dengannya yang jauh disana. aku kesal karenamu.
karenamu aku tidak bisa mendengar suaranya, aku tidak bisa melihat sinar
matanya, aku tak bisa melihat semangatnya, dan aku juga tidak bisa
melihat senyumnya yang selalu ia lukis tiap hari. tapi jarak, aku yakin.
walau aku dan dia ada di bawah langit yang berbeda setidaknya kami
masih bisa menatap bulan yang sama. bukan begitu, jarak? jarak, apa kau
tidak bosan memisahkan dua manusia yang saling mencintai? kau benci
mereka yang menghujatmu ya, jarak? mereka hanya sama sepertiku; kesal
padamu. seandaikan kau tidak bentangkan kilometer-kilometer yang kau
punya di antara mereka, mungkin mereka tidak akan menghujatmu dan
membencimu. aku tahu niatmu memisahkan dua manusia itu baik. yakni "ada suatu yang manis dibalik pahitnya perpisahan"
hanya mereka; termasuk aku, belum terbiasa dengan kekejamanmu. kau tahu
dia sedang apa dan bersama siapa sekarang? kau tahu apakah dia baik
baik saja sekarang? kami memang sering berbicara, tetapi lewat layar
ponsel dan sinyal yang dengan ikhlas menghubungkan aku dengan dia. tapi
percakapan kami sama sekali tidak nyata, jarak. aku iri, melihat banyak
orang yang dengan nyatanya berbicara dengan belahan jiwanya. aku sangat
iri, jarak. jarak, kau mau dengarkan aku? bilang ke Tuhan, cepat
pertemukan aku dengannya, ya. aku ingin berbicara tentang hal yang kami
sukai di teras rumahnya. aku ingin kami bisa bersama menatap bulan di
bawah langit yang sama. aku ingin kami bisa tertawa bersama dan bisa
merasakan lembutnya angin sore di stasiun kota. kau tahu, jarak? aku
tidak akan pernah membencimu, jika kau tidak memunculkan kekejamanmu
padaku. titip salam dan rindu untuknya ya, jarak. bilang padanya "aku merindukanmu diantara bentangan rartusan kilometer" :-)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar