Tak perlu buru-buru, akan ku lepas genggammu perlahan. Biar ku sesap dulu pahitnya.
Tapi, apa ku mampu ?
Seikat bintang di langit malam mengeratkan rasa dalam genggam kita.
Dan kini genggammu yang malah melepas yakinku.
Bintang itu masih milikmu, dan aku.
Meski tanpa “KITA”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar