Laman

Rabu, 19 Maret 2014

MENCINTAI KAMU DAN MASA LALU MU

Kata orang, jika kamu tidak bisa mengatakan perasaanmu, tuliskan dulu. Iya, ini aku sedang belajar menuliskan perasaanku, tepi tentu saja aku tidak pandai menulis, jadi aku akan menuliskannya semampuku :)
hei, taukah kau wahai lelakiku? Hari ini aku mencintaimu dengan kadar yang lebih dari hari kemarin, hehe ini janjiku kan? aku akan selalu berusaha menyayangimu, mencintaimu semampuku, sepenuh hatiku, jatuh cinta kepadamu rasanya begitu menyenangkan, seperti meringkuk dalam selimut hangat pada malam hujan. Seperti menemukan keping terakhir puzzle yang sedang kamu susun. Aah~ sayang, taukah? Cinta ini sudah berada tepat di tempat yang seharusnya, memenuhi hatiku. Namun, mengapa kali ini resah tengah merajaiku? Aku merasa ada sesuatu yang merangsek memenuhi rongga dadaku, hingga terasa sesak

kaLi ini tentang kamu dan masalalumu :’)) Entah darimana datangnya perasaan dan pikiran itu selalu muncul dan menghantuiku, jujur aku cemburu dengan masalalumu, aku hanya takut meski ragamu bersamaku, tapi cintamu masih bersamanya, haha iya, mungkin rasa takut ini muncul karena aku yang mencintaimu, iya ini aku yang selalu ingin disampingmu dan terus menjagamu, karena aku takut, saat aku jauh, kamu kembali mengingat masalalumu, aku takut, sungguh takut :3 Hei, apalagi kalian sekota bukan? dan aku? disini- terbentang jarak puluhan kiLometer darimu  


 Aku hargai tiap kejujuran yang kamu katakan, meskipun harus melukai perasaanku disini, aku hargai tiap tiap kejujuran yang kamu utarakan padaku, meskipun dengan sesak aku menerimanya.. menjadi wanita memang serba salah, diberi kejujuran tapi tak siap terluka, diberi kebohonganpun tak siap terluka.. dan kamu, yang selalu meyakinkanku jika hanya aku satusatunya yang kamu miliki, jika hanya aku yang kamu cintai. Iya, memang hanya ada aku dihatimu, tapi terkadang mereka! 




 Mereka yang bagian dari masalalumu masih menjadi debu yang tersisa di sudut ruangan hatimu, mereka bagian dari masalalumu yang terkadang masih mampir di isi kepalamu, mereka dari masalalumu yang masih menjadi bayang-bayang hitam yang sempat menggoyahkan kepercayaanku terhadapmu :'3 Terkadang terfikir juga olehku, siapa orang yang ada dimasalalumu itu? Siapa mereka? Mengapa mereka masih menyeringai memasuki harimu?




Hei, aku memang orang baru dihidupmu, mungkin memang aku tidak sebaik dan seindah dia atau mereka, tapi satu yang harus kamu tau, aku mencintaimu dengan caraku sendiri berbeda dengan dia dia atau mereka dari masalalumu.. Hei sayang? Bukannya masalalu identik dengan kenangan? Identik dengan perpisahan? Nyatanya, masalalu adalah masalalu, itu sudah telanjur terjadi dan takkan bisa dihapus. Dari sini aku mulai berfikir, jika aku berani mencintaimu, maka aku harus mencintai masalalumu juga :) Bagaimanapun masalalu tidak harus dilupakan, tetapi bisa untuk dijadikan pelajaran untuk lebih menjaga orang yang saat ini kau sayang, seseorang yang telah menggantikan dia dihatimu. Walaupun sangat sesak dada ini ketika harus belajar mencintai dan menerima masalalumu, tapi itu semua akan aku lakukan dan pasti bisa aku lakukan, karena aku mencintaimu, karena aku ingin mencintai semua hal yang ada dihidupmu, termasuk masalalumu, kamu yang sekarang, dan masa depanmu, masa depan kita tentunya :)






 I don’t trust easily, so when I tell you ‘I trust you’ please don’t make me regret it, dan sayang, aku hanya ingin hatiku kau jaga :’))

1 komentar:

  1. Kadang juga kita berharap masa lalu juga jadi contoh untuk melangkah kedepan, dan memilih yg baru bukan berarti membeci masa lalu, orang hidup tanpa ada masa lalu tak kan punya tujuan untuk lebih baik dari masa lalunya... :)

    BalasHapus